Advertising Value Equivalency (AVE) adalah metode untuk memperkirakan nilai hubungan masyarakat dengan membandingkannya dengan biaya iklan yang setara. Untuk menghitung EAV, jumlah eksposur PR (misalnya ukuran artikel atau durasi tayang) dikalikan dengan biaya unit iklan. Pengganda dapat diterapkan untuk mencerminkan kredibilitas konten editorial yang diasumsikan lebih tinggi dibandingkan dengan iklan berbayar.

Kritik:

  • Banyak pakar PR dan pemasaran yang mempertanyakan relevansi dan keakuratan EAV. Kritik termasuk fakta bahwa EAV tidak memperhitungkan kualitas atau nada konten, tidak mengukur dampak aktual pada persepsi atau perilaku penerima, dan mengasumsikan perbandingan langsung antara PR dan iklan berbayar yang dianggap menyesatkan.
  • EAV gagal merefleksikan pentingnya penempatan PR secara strategis, yang dapat mencakup penempatan posisi dalam artikel, konteks di mana merek disebutkan, dan relevansi publikasi dengan audiens target.

Pendekatan modern untuk mengukur nilai PR:

  • Perusahaan dan para profesional PR mencari cara-cara yang semakin canggih untuk mengukur efektivitas PR yang lebih mencerminkan nilai dan dampak yang sebenarnya. Metode ini termasuk mengukur dampaknya terhadap kesadaran merek, loyalitas pelanggan, dan perilaku pembelian.
  • Pengukuran PR juga dapat mencakup analisis kualitatif seperti analisis sentimen, analisis konten, dan penilaian otoritas saluran media. Hal ini juga dapat mencakup data kuantitatif seperti lalu lintas web, peringkat mesin pencari, dan keterlibatan media sosial.
  • AMEC (Asosiasi Internasional untuk Pengukuran dan Evaluasi Komunikasi) telah mengembangkan seperangkat pedoman yang dapat digunakan untuk mengevaluasi komunikasi. Prinsip-prinsip tersebut dirangkum dalam apa yang dikenal sebagai Prinsip Barcelona, ​​yang terakhir diperbarui pada musim panas 2020.

Masa depan dalam mengukur nilai PR:

  • Diskusi mengenai masa depan pengukuran PR dapat berfokus pada bagaimana kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan dan analisis data, dapat memungkinkan metode pengukuran yang lebih canggih dan terintegrasi.
  • Penting juga untuk menekankan perlunya standar industri untuk pengukuran PR. Organisasi seperti Institute for Public Relations dan AMEC (Asosiasi Internasional untuk Pengukuran dan Evaluasi Komunikasi) bekerja untuk mengembangkan dan menyebarluaskan praktik yang baik di bidang ini.
  • Terakhir, diskusi dapat mencakup perspektif bahwa pengukuran PR harus bersifat holistik dan terintegrasi dengan metrik pemasaran dan komunikasi lainnya untuk memberikan gambaran yang lengkap mengenai dampak bisnis secara keseluruhan dari upaya tersebut.